Tuesday, February 2

Tak terucap

I'm secretive. Could be very secretive, in most cases.

Secret, strangely enough, reminded me of how difficult I was when I first tried to open up to you. I kept the door ajar, and there you came, engrossed with the limitless sight of me. If you really know me (personally), saya bukanlah perempuan yang jenis ber-girl talk,talking about boys& love, for hours. I kept a lot of things to myself.

Kalau mampu saya tulis segala-galanya disini; kecewa saya akhir penghujung tahun lalu, rindu saya pada rumah, my confusion, hatred and anger, jatuh cinta saya dengan dia, problems, benci saya pada itu ini. Segala. Biar lepas semua.

I could write everything here, but apparently I found a better place; in my heart. Biar saya saja yang tahu, biar nanti orang tak bercakap itu ini, biar I don't feel naked, biar kamu kamu tidak turut kecewa sama, biar perasaan kekal jadi perasaan.

Biar secret remains as secret.


Terlalu banyak yang tak terucap disini, sebenarnya.